Daya Baterai HP Cepat Habis? Inilah Tips Mengisi Baterai Gadget agar Tahan Lama

Tips Mengisi Baterai Gadget agar Tahan Lama

Gadget merupakan sebuah elektronik yang digunakan hampir di semua lini dengan berbagai kebutuhan. Dari tahun ke tahun selalu ada tipe baru yang keluar dengan varian harga yang terjangkau. Anda bisa mendapatkannya dengan murah dan cepat. Tidak hanya dijual secara offline, tetapi juga online.

Berbagai jenis aksesoris pun hadir sesuai dengan kebutuhan. Mengingat hampir semua aktivitas hari ini yang tidak bisa lepas dari barang elektronik ini, Anda perlu menjaga ketahanan baterai agar tidak mudah bocor.

Tips Mengisi Baterai Gadget agar Tahan Lama

Ini tips mengisi baterai agar tahan lama yang bisa diterapkan secara mudah.

1. Charger Asli
Gunakan charger yang asli sangat melakukan pengisian baterai. Ini agar volt dan arus yang digunakan sesuai dengan kebutuhan. Jika Anda menggunakan sembarangan charger untuk pengisian baterai, maka akan mendapatkan risiko buruk pada baterainya. Jika terjadi kerusakan pada charger bawaan, belilah pengganti dengan kapasitas volt dan arus yang sama agar ketahanan baterai tidak terpengaruh.

2. Volume Pengisian
Saat melakukan pengisian baterai jangan dilakukan sampai 100% karena dapat membuat baterai cepat rusak. Cukup lakukan pengisian baterai kurang dari 100%, misalnya 90-95% maksimal. Saat akan melakukan pengisian baterai juga tidak boleh menunggu gadget sampai mati total.

Anda sebaiknya melakukan pengisian saat baterai sudah berada di kapasitas 30% ke bawah. Jangan pula mengecas baterai saat masih 40%. Ini juga dapat membuat baterai mengalami kerusakan dan tidak tahan lama untuk digunakan.

3. Atur Tampilan layar
Tips selanjutnya yang dilakukan saat pengisian baterai agar tahan lama dengan mengatur tampilan layar. Aturlah agar kontras layar smartphone Anda dalam posisi paling rendah agar tidak memakan baterai selama pengisian. Nanti setelah baterai penuh Anda bisa kembali mengatur tampilan cahayanya.

4. Tidak Menggunakan Power Bank
Ketika sedang kepepet atau di perjalanan seringkali Anda akan menggunakan alternatif power bank untuk melakukan pengisian baterai. Kebiasaan ini sebenarnya tidak baik untuk menjaga kualitas baterai. Penggunaan power bank yang terlalu sering dapat membuat baterai menjadi drop. Jadi, sebaiknya untuk menghindari melakukan pengisian dengan menggunakan power bank.

5. Tidak Menggunakan USB PC / Laptop
Anda juga tidak boleh melakukan pengisian baterai di USB PC / laptop yang akan membuat baterai menjadi cepat rusak. Kerusakan dapat terjadi karena arus pada laptop sangat lah kecil yang tidak memenuhi kapasitas arus pada smartphone. Arusnya sangat jauh berbeda dengan Anda langsung melakukan pengisian di colokan. Hal ini harus dihindari jika Anda ingin baterai dapat bertahan lama.

6. Hapus Aplikasi Baterai
Ada banyak sekali aplikasi di Playstore yang bisa digunakan secara gratis. Salah satunya aplikasi untuk baterai. Buat Anda yang sudah menggunakan aplikasi ini, segera hapus agar tidak mengganggu kualitas baterai. Aplikasi ini memiliki beban yang kuat dalam menggunakan tenaga baterai.

Ini membuat kualitas baterai Anda cepat menurun. Jadi, sebaiknya tidak perlu menggunakan aplikasi baterai yang sebenarnya juga tidak dibutuhkan oleh smartphone. Anda bisa melihat dengan manual sisa baterai dan melihat pemakaian baterai di sistem tanpa perlu menggunakan menginstal aplikasi khusus baterai.

Anda sebagai pengguna gadget harus cerdas dalam melakukan perawatan. Tidak hanya saat memilih aksesoris yang akan digunakan, tetapi juga cara pengisian baterai. Ada banyak sekali jenis kabel USB untuk charger yang bisa Anda dapatkan dengan mudah dan cepat secara online. Pastikan Anda memilih produk yang memiliki kualitas terbaik. 

Mengenal Sistem Motor ABS dan Cara Kerjanya

Mengenal Sistem Motor ABS dan Cara Kerjanya

Motor menjadi menjadi kendaraan yang paling banyak digunakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Namun beberapa tahun terakhir, banyak sekali motor ABS yang hadir di jalanan. Misalnya Yamaha Nmax yang menjadi primadona baru di kalangan pecinta motor matic. Tak dipungkiri lagi, teknologi mesin sudah berkembang pesat.

Dalam hal berkendara, teknologi dikembangkan tidak hanya untuk menambah kenikmatan berkendara, namun juga keselamatan. Sistem motor ABS memungkinkan pengendara untuk menjaga keselamatanya, terutama di jalanan ramai karena dengan sistem ini, pengereman menjadi lebih maksimal. Lalu apa sih sebenarnya ABS ini?

Sistem Motor ABS

Sistem ABS atau yang mempunyai kepanjangan Anti Lock Breaking System merupakan sistem pengereman yang memungkinkan sebuah rem sepeda motor untuk tidak terkunci saat mengerem secara mendadak. Sehingga ketika Anda berada pada kondisi dimana jalannya licin sehabis hujan, Anda tidak akan tergelincir ketika mengerem mendadak. Tentu ini sangat menguntungkan untuk keselamatan, karena Anda tidak akan lepas kontrol.

Karena sistemnya yang tergolong canggih, tentu untuk onderdil, cara kerja dan komponen komponennya untuk membuat ABS ini berjalan sangatlah berbeda dengan rem konvensional. Karena sistemnya yang berbeda, ada beberapa komponen di sistem ABS yang perlu Anda ketahui, apa sajakah itu?

Komponen Sistem Motor ABS

Komponen-komponennya ada 4 yang harus diketahui, jadi ketika ada kerusakan bisa lebih mudah dalam memperbaiki. Ini juga sangat membantu Anda ketika melakukan perawatan harian pada sepeda motor.

1. Speed Sensor
Sistem ABS ini menggunakan sensor kecepatan untuk membaca kecepatan roda saat berputar dan membantu proses pengereman.

2. Katup Rem
Ada sebuah katup rem di jalur minyak rem yang dipakai oleh ABS kontroler. Ada sekitar tiga katup yang terdapat pada sistem ABS ini. Yang pertama posisinya terbuka secara penuh supaya minyak pada rem tertekan secara maksimal, yang nantinya disambungkan ke rem.

Katup kedua yang berfungsi menghalangi tekanan minyak rem, supaya tekanannya tidak diteruskan ke rem. Ketiga, katup yang berfungsi menghalangi sedikit tekanan minyak rem.

3. Pompa
Sisem ini memiliki pompa yang berguna untuk mengembalikan sebuah tekanan di jalur rem yang nantinya diteruskan ke katup rem.

4. ABS Kontroler
Nah, kontroler inilah yag berfungsi sebagai inti dari sistem ABS. kontroler ini berfungsi mengendalikan katup yang didapat dari olahan data sensor kecepatan yang terdapat di semua bagian roda motor.

Lalu, jika sebanyak itu komponen tambahan yang harus disematkan hanya untuk sebuah rem, bagaimana cara kerja ABS ini pada motor?

Cara Kerja Sistem Pengereman ABS

Untuk cara kerjanya sendiri bisa dipelajari dengan cukup sederhana. Jadi, pertama sensor kecepatanya mendeteksi roda yang sedang terkunci, lalu secara otomatis membuat piston rem melepaskan sejumlah tekanan pada titik normal seperti semula. Lalu mengeras lagi ketika roda berputar. Hanya membutuhkan waktu sekitar 15 detik saja, untuk proses dari titik normal menuju pengerasan piston.

Proses ini membuat sebuah motor lebih mudah untuk dikendalikan, dan ketika ada pengereman di jalur licin, bisa lebih efektif dan tidak selip. Kurang lebih seperti itulah sistem motor ABS yang ada di motor Yamaha. Tentu dengan sistem canggih seperti ini keamanan berkendara jadi lebih meningkat, karena kemudi bisa lebih stabil. Dengan ABS, jalan basah pun tidak masalah, mengerem mendadak pun juga tidak menjadi masalah selama sistem ABS lancar.